KotaKota Eropa

Roma, Serunya Wisata Sehari di Roma Italia

Roma
Roma Colosseo

Dari bandara internasional Budapest, siang itu, kami menumpang pesawat Ryan Air menuju kota Roma, Italia. Suasana bandara cukup ramai dengan antrian penumpang yang sedang check-in. Alhamdulillah, ternyata antrian loket check-in maskapai Ryan Air belum begitu ramai. Karena saat masuk baris antrian, jeda waktu keberangkatan masih cukup lama. Rupanya penumpang belum pada datang. Proses antrian check-in kelar, kami mencari lokasi food court, sambil menuju boarding gate. Rupanya perut sudah mengeluarkan alarm alami, waktu makan siang telah tiba. 😀 Bandara yang tidak begitu besar ini, memiliki fasilitas food court dengan pilihan menu yang komplet. Penataan gerai-gerainya pun mirip mall modern yang ada di Jakarta. Suasana food court cukup nyaman, dan harga-nya pun cukup bersahabat untuk ukuran bandara di negara Eropa. Sehingga, waktu menunggu keberangkatan pesawat terasa menyenangkan. Untuk menuju bandara internasional Budapest, Anda bisa naik metro subway 47 disambung dengan shuttle bus airport No.100E. Pesawat mendarat di Bandara Fiumicino kota Roma pada jam 13.30. Suhu udara cukup panas, melebihi suhu kota Jakarta saat musim kemarau. Para penumpang yang akan menuju pusat kota, dapat naik airport shuttle bus dengan pemberhentian terakhir stasiun kereta api utama Roma Termini di kota Roma.

Roma
Roma Saint Peter Square Vatican

Penginapan kami dekat dengan stasiun kereta. Namun, entah kenapa pemilik hostel tidak mencantumkan papan nama penginapannya. Sehingga kami agak kebingungan saat mencari keberadaan-nya. Hanya nama jalan dan nomor bangunan saja yang jadi petunjuk. Setelah menekan bel di pintu masuk, sesosok lelaki paruh baya berambut gondrong membuka pintu. Diapun menanyakan maksud kedatangan kami. Ternyata dia pemilik penginapan yang kami pesan hari itu. Penginapan ini menempati bangunan kuno beberapa lantai. Penerangan interiornya cukup temaram. Liftnya pun edisi keluaran tahun baheula, dengan pintu layaknya jeruji penjara. Ukuran liftnya relatif kecil, hanya muat kami berempat. Proses check-in berlangsung cepat. Pria tersebut mulai menerangkan satu per satu anak kunci untuk akses kamar penginapan. Ada tiga kunci yaitu kunci pintu kamar, kunci pintu lift dan kunci pintu gerbang utama yang ada di lantai satu. Kami menempati satu ruangan besar ber AC. Ruangan itu berisi dua tempat tidur double dengan fasilitas kamar mandi dalam. Langit-langit ruangan penuh dengan ornamen dan lukisan klasik. Benar-benar khas bangunan kota Roma tempo dulu. Ada juga balkon ikonik di samping kamar. Sehingga kami bisa mengamati suasana jalan sekitar penginapan. Setelah beristirahat sejenak, kami pun mulai beranjak mengunjungi beberapa destinasi wisata utama kota Roma, seperti Colosseum, Vatican, Basilica St Peter, Saint Peter Square, Castle Saint Angelo, Saint Angelo Bridge. Dan tak ketinggalan makan malam di restoran halal sekitar Roma Termini.

Roma
Roma Saint Angelo Bridge

Dari stasiun metro subway Termini, kami menaiki kereta metro MEB warna biru turun di stasiun Colosseo. Colosseo hanya berjarak dua stasiun pemberhentian dari Termini. Di dekat stasiun inilah reruntuhan arena gladiator jaman kekaisaran Romawi berada. Bangunan yang memiliki nama lain Flavian Amphitheatre ini, telah menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Sehingga, jadi salah satu destinasi wisata dan landmark utama kota Roma. Colosseo merupakan bangunan amphitheatre terbesar yang telah dibangun di dunia. Kalau Anda sedang berkunjung ke kota Roma, sempatkanlah berkunjung ke sini untuk sekedar berfoto narsis ataupun masuk ke bangunan Colosseo, agar bisa merasakan atmosfer kemegahan bangunan klasik ini. Karena suhu udara yang cukup terik, kami pun tidak berlama-lama di area Colosseo. Setelah beberapa jepretan foto kenang-kenangan, kami pun segera beranjak ke Vatican dengan menggunakan moda transportasi metro.

Roma
Roma Saint Angelo Bridge

Ough ya… selain di loket resmi penjualan tiket metro, Anda juga bisa membeli tiket metro di kios-kios kelontong kecil yang ada di sekitar stasiun. Umumnya nama kios kecil ini disebut Tabac atau Tabak. Rupanya hal ini lazim terjadi di kota Roma. So, daripada antri di loket atau di mesin otomatis penjual tiket, Anda bisa memanfaatkan keberadaan kios ini. Pengin ngepo-in pengalaman wisata kami selanjutnya, yuuk.. klik link Serunya Destinasi Keren di kota Budapest, Ibukota Hongaria

One thought on “Roma, Serunya Wisata Sehari di Roma Italia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *