KotaKota Asia

Bali : Sehari Wisata Pantai Paling Hit, Indah dan Top di Pulau Bali

Dalam rencana itinerary traveling di Pulau Bali dari tanggal 24 – 30 Desember 2019, kami akan mengunjungi beberapa pantai yang lagi nge-hit dan top di Pulau Dewata. Kami menyewa dua buah kendaraan roda dua dengan pertimbangan kemudahan mobilitas. Seperti kita tahu Pulau Bali dan beberapa tempat wisata lain di Indonesia selalu crowded saat liburan panjang akhir tahun. Kemacetan akan terjadi dimana-mana dan kemudahan mencari tempat parkir menjadi alasan kenapa kami pilih roda empat daripada mobil. Dan, sesuai rencana pada tanggal 26 Desember 2019, menjelang petang kami akan menonton pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu. Setelah mempelajari peta digital, ternyata ada beberapa pantai terkenal dalam satu jalur perjalanan menuju Pura Uluwatu.

Pantai-pantai itu adalah:

Waterblow Nusa Dua

Pantai ini berada dalam kawasan pusat wisata Nusa Dua, tempat bernaungnya beberapa hotel bintang lima yang cukup terkenal di dunia. Dari tempat parkir kendaraan, Anda perlu berjalan kaki selama sepuluh menit untuk mencapai spot Waterblow Nusa Dua. Selain berjalan kaki dari, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas kendaraan buggy dengan tarif Rp10.000 sekali jalan. Tiket masuk ke tempat wisata ini gratis ya.. 🙂 Di Waterblow Nusa Dua, Anda akan menikmati sensasi pemandangan deburan ombak saat menghantam susunan karang hitam yang ada di tepian pantai. Tabrakan ombak yang terdorong angin laut dengan gugusan karang hitam ini menimbulkan suara dentuman yang menggelegar. Tumbukan ini akan dibarengi dengan lompatan percikan buih ombak yang cukup tinggi. Sensasi suara dentuman dan percikan buih ombak inilah yang menjadi hiburan dan daya tarik wisatawan mendatangi tempat wisata ini. Waktu yang paling tepat menikmati atraksi water-blow dari bulan Juli sampai dengan Oktober setiap tahunnya. Karena kami datang pada bulan Desember, dan saat air laut surut, ya.. hanya bisa melihat gugusan karang hitamnya saja. 😀 Kami tidak lama berada di spot wisata ini. Setelah mengambil beberapa jepretan foto, kami pun bergegas menuju destinasi wisata berikutnya Pantai Pandawa di kawasan Ungasan, Bali.

Pantai Pandawa Ungasan

Destinasi wisata Pantai Pandawa ini mulai hit dan terkenal beberapa tahun belakangan. Pemda setempat membangun beberapa infrastruktur pendukung untuk menarik datangnya wisatawan. Kenapa dinamai Pantai Pandawa? Karena di sepanjang tebing yang mengelilingi pantai tersebut terdapat patung-patung ksatria Pandawa seperti Arjuna, Bima, dan tokoh cerita Baratayuda lainnya. Sebelum memasuki kawasan pantai, Anda akan melewati gerbang pembelian tiket masuk. Harga tanda masuk per orang saya lupa berapanya 😀  Salah satu yang membuat saya kagum adalah tertib dan disiplinnya para petugas parkir dalam mengenakan tarif parkir kendaraan bermotor. Entah hari liburan atau hari bisa tarif nya tetap sama. Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan bisa parkir sepuasnya. Pantai Pandawa cukup landai, sangat bersih, berpasir putih dan ombak relatif tenang. Cocok untuk menjadi tempat wisata bahari keluarga. Anda bisa puas bermain pasir, ombak laut atau sekedar bersantai menikmati pemandangan pantai yang indah di sini. Ough ya, untuk bersantai selain duduk di pasir pantai, Anda juga bisa menyewa kursi rebahan berpayung yang tertata rapi di sepanjang Pantai Pandawa. Tarif per kursi berpayung adalah 50 ribu rupiah dan bisa Anda pakai sepuasnya. Sambil rabahan, Anda bisa memesan kelapa muda, pisang goreng dan aneka makanan lainnya ke petugas yang menyewakan kursi tadi. Selain wisata pantai, Anda juga bisa bermain paralayang di sini. Starting point-nya di puncak tebing yang ada di atas Pantai Pandawa. Puas bermain dan bersantai di Pantai Pandawa, kami pun bergegas menuju Pantai Melasti Ungasan.

Pantai Melasti Ungasan

Pantai Melasti Ungasan sedang banyak berbenah. Ada beberapa wahana wisata yang baru dibangun oleh pengelola setempat saat kami berkunjung ke sana. Apabila proses pembangunan sudah rampung, sepertinya akan menjadi destinasi wisata pantai keren pesaing Pantai Pandawa. Selain pantai yang indah, daya tarik lain pantai ini adalah akses jalan menuju bibir pantai Melasti Ungasan. Anda akan melewati jalan turunan lebar beraspal mulus dengan kelokan berliku-liku. Kendaraan yang melaju berkelok menurun akan melahap jalan mulus yang diapit tebing kapur putih. Sepanjang perjalanan menuju bibir pantai, wisatawan akan disuguhi pemandangan pantai yang cantik dari ketinggian. Sebelum jalan akses kendaraan ini ada, wisatawan yang ingin ke Pantai Melasti Ungasan harus bermandi peluh menuruni banyak anak tangga dari puncak bukit. Sehingga Pantai ini bersama Pantai Pandawa merupakan pantai tersembunyi di Bali bagian Selatan. Lahan parkir kendaraan cukup luas, toilet dan tempat bilas pun tersedia dan memadai. Hanya saja belum banyak penjaja makanan dan minuman terlihat di pantai ini. Jadi membawa bekal makanan dan minuman bisa jadi opsi menarik saat Anda berkeinginan untuk bersantai di pantai ini. Harga tanda masuk per orang 5 ribu rupiah, parkir motor 2 ribu rupiah dan mobil 5 ribu rupiah. Ough ya, sobat senangjalan.com yang ingin melakukan pre-wedding photo session, pengelola pantai ini menyediakan lokasi dan fasilitas tersebut dengan harga paket khusus. Selain spot foto pre-wedding yang keren, Anda akan mendapatkan fasilitas tempat make-up, ganti pakaian dalam harga paket tersebut. Lokasi pre-wedding photo spot-nya berada tidak jauh dari tempat pembelian tiket masuk, sebelah kanan jalan. 🙂

Pantai Nyang-Nyang Uluwatu

Pantai Nyang-Nyang lokasinya tidak jauh dari Pura Uluwatu, sekira 10 menit-an berkendara. Pantai di selatan Pulau Bali ini merupakan salah satu pantai yang belum banyak tersentuh pembangunan infrastuktur. Jalan menuju ke bibir pantainya masih berupa jalan berbatu dan pada bagian akhirnya menurun sangat terjal. Anda harus memiliki keberanian dan stamina ekstra untuk bisa sampai di pantai ini. 😀 Tepat di lokasi jalan aspal terakhir menuju pantai ini ada starting point untuk olahraga Paralayang. Jadi sebagian besar pengunjung yang ke sini umumnya ingin merasakan sensasi dan pemandangan pantai Nyang-Nyang sambil terbang dengan paralayang. Kami sempat berjalan santai menyusuri jalan berbatu sampai titik jalan terjal yang menurun tajam. Tampak ada beberapa motor dengan pengendara turis mancanegara terparkir disana. Dari titik ini, kami bisa menyaksikan keindahan pantai pasir putih dan komplek perumahan tahan gempa mirip rumah teletubies di sana. Semoga destinasi pantai ini bisa mendapatkan sentuhan pembangunan infrastruktur jalan sehingga bisa jadi alternatif spot wisata keren selain olah raga paralayang di sini. Kami lihat sudah ada baliho rencana pembangunan resort terpasang di lahan tepat sebelah warung, parkiran motor dan lokasi paralayang. Sepertinya tidak terlalu lama lokasi ini akan menjadi spot wisata alternatif di Bali bagian selatan. Semogaaa .. 🙂

Tebing Karangboma

Tebing Karangboma sebenarnya belum menjadi spot wisata publik. Spot wisata-nya berupa lahan kebun milik perorangan yang salah satu sisinya berbatasan dengan tebing pantai. Dari titik point ini, Anda bisa melihat indahnya tebing Pura Uluwatu dari kejauhan. Pemandangan tebing pura ini dipadu dengan aliran deburan ombak yang menghantam bibir tebing menjadikan view spot tebing karangboma semakin eksotis. Karena belum menjadi destinasi wisata publik, untuk menuju lokasi ini kami mengandalkan peta digital. Anda tidak perlu malu bertanya kepada penduduk sekitar untuk mencapai destinasi wisata yang tersembunyi ini. Tebing Karangboma hanya berjarak sekitar lima menitan berkendara dari Pura Uluwatu. Jadi bagi Anda yang punya rencana berkunjung ke Pura Uluwatu, bisa banget memasukkan spot wisata cantik ini ke dalam itinerary list. Selain jalan aspal yang lumayan bagus, Anda akan melintasi jalan batu padas yang tertata rapi sekitar 200 meteran sebelum sampai titik pengamatan Tebing Karangboma. Ough ya, di lokasi ini Anda juga bisa menemukan warung mie dan minuman. Jadi bila ada waktu lebih, Anda bisa bersantai sambil menikmati pemandangan cantik Tebing Karangboma. OKE!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *