KotaKota Asia

senangjalan.com – Perjalanan Keliling Korea Selatan : Andong

2018 – Asyiknya Menikmati Wisata Budaya Kuno dan Endes-nya Kuliner Khas Kota Andong

Dari kota Sokcho kami menggunakan moda transportasi bus intercity pagi dengan tiket seharga KRW 24.400 ( kurs 1 KRW = Rp13) untuk menuju kota Andong. Cuaca kota Sokcho pagi itu sedang turun hujan. Dengan melangkahkan kaki perlahan sambil menggeret koper dan menenteng payung, kami berjalan menuju terminal bus intercity yang hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap. Dalam perjalanan bus selama empat (4) jam ini, kami jadi paham ternyata selain hutan pohon cemara, jalur Sokcho – Andong ini banyak ditemui perkebunan apel, jagung dan sayur-sayuran. Perkebunan apel banyak terlihat saat bus melintas di kota Yeongju. Perkebunan dan pertanian di negara ginseng ini sudah dikelola dengan cara yang modern sehingga tidak membutuhkan banyal tenaga manusia atau padat karya. Setelah menempuh empat jam perjalanan dengan tiga kali pemberhentian yaitu kota Gangneung untuk ambil penumpang, rest area untuk istirahat selama 10 menit dan kota Yeongju untuk menurunkan penumpang, sampailah kami di kota tujuan Andong tepat di siang bolong. Pas dengan waktu check in kami di Piano Hostel yang tidak jauh dari pusat kota dan stasiun kereta Andong.

Pasar Andong Gu

Andong adalah sebuah kota kuno di Korea Selatan yang sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Gyeongsang Utara. Kota di bagian utara provinsi ini makin dipercantik dengan Sungai Nakdong yang mengalir melalui kota ini. Daya tarik utama berkunjung ke kota ini adalah keberadaan Desa rakyat Hahoe “Hahoe Folk Village” yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2010 dan kuliner asli kota ini yang bernama Andong-JJimdak. Andong-jjimdak adalah masakan jjim (hidangan Korea yang dikukus atau direbus), disajikan dengan bahan utama ayam dan berbagai sayuran yang direndam dalam ganjang kemudian direbus dalam suhu tinggi. Satu porsi ukuran kecil menu kuliner ini akan disajikan dalam nampan atau baki besar yang dapat disantap oleh 4 atau 5 orang dewasa. Satu porsi kecil harga nya sekitar KRW 20.000. Sebenarnya, ada banyak spekulasi tentang asal muasal hidangan ini. Salah satu versi nya menerangkan bahwa Andong Jjimdak merupakan makanan istimewa dari desa kaya Andong selama periode Joseon, biasanya hanya disiapkan dan dimakan pada acara-acara khusus. Sebuah versi lain berasumsi bahwa kuliner ini mulai diperkenalkan pada tahun 1980-an di sebuah Dak golmok “lorong ayam” yang ada di “Pasar Andong Gu,” Pemilik restoran di pasar ini sengaja menciptakan menu kuliner nan enak ini untuk menghadapi serbuan restoran waralaba ayam goreng bercita rasa Barat.

Menu Andong JJimdak

Hingga saat ini kalau sobat senangjalan.com sedang berada di kota Andong, dan ingin menikmati Andong Jjimdak, pergilah ke pasar tradisional Andong Gu. Ada banyak restoran di sana yang menyajikan kuliner khas kota ini. Biasanya resto-resto ini mulai buka waktu sarapan sampai makan malam tiba. Namun karena keasyikan menikmati kuliner Andong Jjimdak dan keliling shopping street yang berada tidak jauh dari Pasar Andong Gu, kami terpaksa skip jadwal berkunjung ke Desa Rakyat Hahoe. Lokasi Desa Rakyat Hahoe cukup jauh dari pusat kota, sekitar 1 jam perjalanan dengan bus kota. Kuliner Andong Jjimdak ini memang endes dan cukup membuat kenyang kami ber empat. Sehungga tidak heran, menu ini sangat digemari oleh kalangan pekerja di kota Andong karena menu nya yang lumayan banyak, kaya protein dan vitamin yang terkandung di dalam bahan ayam dan sayur-sayuran. Padahal kami hanya beli yang ukuran small, bisa dibayangkan ya, gimana banyaknya untuk ukuran reguler. Ough ya, untuk ukuran menu makanan di sebagian besar kota di negara ginseng yang kami kunjungi ini size nya cukup besar ya guys untuk ukuran perut orang Indonesia. So, be careful when you order something, ha-ha-ha-ha-ha. Terus, bila sedang berada di kawasan ini, mampirlah ke kedai roti Mammoth. Jaraknya hanya lima menit jalan kaki menyusuri area shopping street yang berada tidak jauh dari Pasar Andong Gu. Mammoth adalah kedai roti yang cukup beken di kalangan warga setempat dan wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Jangan malam-malam saat datang ke sini ya, nanti menyesal pilihan roti-nya sudah tidak komplit lagi. Salah satu roti yang menjadi favorite dan incaran pengunjung saat datang ke kedai ini adalah Cream Cheese Bread. Bentuk roti yang mirip dengan bakpao, dengan tekstur yang lembut dan kenyal. Roti ini berisi krim keju dengan cita rasa asin, gurih dan agak manis menjadi satu. Seperti-nya baru di kedai roti ini kami temui dan rasakan sensasi rasa roti yang mampu memadukan tekstur kenyal, cita rasa asin, gurih dan manis dalam satu gigitan. Ehmmm endes, apalagi menikmatinya sambil duduk di taman bunga dengan aliran air buatan di tengah shopping street. Makin nikmat bukan?? Saat kami berkunjung ke kedai ini jelang sore hari, antrian pembayaran di kasir lumayan panjang lho.. Kami cukup senang masih berkesempatan membeli beberapa Cream Cheese Bread dan donat tepung beras dengan toping gula salju untuk bekal melanjutkan perjalanan ke Moonlight Bridge.

Moonlight bridge

Moonlight Bridge adalah jembatan kayu yang membelah sungai Nakdong. Dinamain jembatan Moonlight, karena saat bulan pernama, memandang cahaya bulan dari tengah jembatan ini merupakan pemandangan yang mempesona dan romantik. Lokasi jembatan yang tidak begitu jauh dari stasiun kereta kota Andong, bisa dijangkau dengan bus atau kalau sobat senangjalan.com pergi dengan rombongan minimal tiga orang, moda transportasi taxi ternyata lebih murah dan nyaman. Selain jembatan kayu yang cantik, bila Anda menyeberang sampai sisi sebelahnya, Anda akan menemukan walking track atau jogging track dengan landasan kayu yang ditata rapi dengan pagar pengaman terbentang di sepanjang pinggiran sungai Nakdong.

Sebaiknya berkunjung ke sini pada pagi hari ya.., sehingga selain menikmati jembatan, sobat senangjalan.com bisa juga melahap jalur walking track keren dan sejuk yang dikelilingi pohon rindang dan aliran sungai Nakdong di sisi lainnya. Dengan menyusuri walking track, sobat senangjalan.com juga bisa mencapai Andong Folk Village Museum yang lokasi-nya tidak jauh dari jembatan. Bila berkunjung ke area Moonlight Bridge ini, Anda akan mendapatkan paket wisata 3 in 1 sekaligus yaitu menikmati pesona Moonlight Bridge, berolahraga santai melahap walking track kayu di pinggiran Sungai Nakdong dan belajar budaya warga Andong tempo dulu di Andong Folk Village Museum. Komplet bukan guys…. YES !

Pingin main ke gunung, hirup udara segar dan hijau nya pepohonan, tidak salah lagi, mampirlah ke Apsan Park di kota Daegu, click aja Perjalanan Keliling Korea Selatan : Daegu

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *