KotaKota Asia

Perjalanan Keliling Korea Selatan : Andong

Moonlight Bridge, Andong Gu, Andong Folks Village : Wisata Kota Andong

Dari kota Sokcho kami menggunakan transportasi bus intercity, dengan tiket seharga KRW 24.400 (kurs 1 KRW = Rp13) menuju kota Andong. Destinasi wisata Moonlight Bridge, Andong Gu dan Andong Folks Village merupakan tujuan utama kami berkunjung ke kota Andong. Cuaca kota Sokcho pagi itu sedang turun hujan. Dengan menggeret koper dan menenteng payung, kami berjalan menuju terminal bus intercity. Jaraknya sekitar lima menit jalan kaki dari hotel tempat kami menginap. Jalur bus Sokcho – Andong banyak hutan cemara, perkebunan apel, jagung dan sayur-sayuran. Perkebunan apel banyak ditemui saat bus melintas di kota Yeongju. Perkebunan dan pertanian di negara ginseng ini sudah dikelola dengan cara yang modern. Tidak membutuhkan banyak tenaga manusia atau padat karya. Setelah menempuh empat jam perjalanan dengan tiga kali pemberhentian (gangneung, rest area, dan yeongju), sampailah kami di kota Andong. Bertepatan dengan waktu check in kami di Piano Hostel yang tidak jauh dari pusat kota dan stasiun kereta Andong.

Pasar Andong Gu

Andong adalah kota kuno di Korea Selatan yang merupakan ibu kota dari Provinsi Gyeongsang Utara. Kota Andong makin cantik dengan Sungai Nakdong yang mengalir melalui kota ini. Daya tarik utama kota Andong adalah keberadaan desa rakyat Hahoe “Hahoe Folk Village.” Desa ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2010. Kota ini punya kuliner asli kota bernama Andong-JJimdak. Andong-jjimdak adalah masakan berbahan utama ayam dan aneka sayuran yang direndam dalam ganjang kemudian direbus dalam suhu tinggi. Satu porsi ukuran kecil akan disajikan dalam baki besar yang dapat disantap 4 atau 5 orang dewasa. Satu porsi kecil harga nya sekitar KRW 20.000. Sebenarnya, ada banyak cerita tentang asal hidangan ini. Salah satu versi nya, Andong Jjimdak merupakan makanan istimewa dari desa kaya Andong selama periode Joseon. Biasanya menu ini hanya disiapkan dan dimakan pada acara-acara khusus. Sebuah versi lain berkisah bahwa kuliner ini diperkenalkan pada tahun 1980-an di sebuah Dak golmok “lorong ayam” yang ada di “Pasar Andong Gu,” Pemilik restoran di pasar ini sengaja menciptakan menu kuliner ini untuk menghadapi serbuan restoran waralaba ayam goreng bercita rasa Eropa.

Menu Andong JJimdak

Hingga saat ini kalau sobat senangjalan.com ingin menikmati Andong Jjimdak, pergilah ke pasar tradisional Andong Gu. Ada banyak restoran di pasar Andong Gu yang menyajikan kuliner khas kota ini. Biasanya resto-resto ini buka pada waktu sarapan sampai makan malam tiba. Kuliner Andong Jjimdak cukup membuat kenyang kami berempat. Menu ini menjadi favorit kalangan pekerja kota Andong karena rasanya enak, porsinya lumayan banyak, kaya protein dan vitamin dalam daging ayam dan sayur-sayuran. Padahal kami hanya beli ukuran small, bisa dibayangkan ya, gimana banyaknya untuk ukuran reguler. Ough ya, porsi menu makanan di negara ginseng size nya cukup besar ya guys. So, be careful when you order something, ha-ha-ha-ha-ha. Selanjutnya, mampirlah ke kedai roti Mammoth. Jaraknya hanya lima menit jalan kaki menyusuri area shopping street dari Pasar Andong Gu. Mammoth adalah kedai roti yang cukup beken di kalangan warga setempat. Jangan terlalu malam saat datang ke sini ya, nanti pilihan roti-nya sudah tidak komplit lagi. Roti yang menjadi incaran pengunjung adalah Cream Cheese Bread. Bentuk rotinya mirip dengan bakpao, teksturnya lembut dan kenyal. Roti ini berisi krim keju dengan cita rasa asin, gurih dan agak manis. Ehmmm endes, apalagi menikmatinya sambil duduk di taman bunga dengan aliran air buatan di tengah shopping street. Makin nikmat bukan?? Sore itu, antrian pembayaran di kasir Mammoth lumayan

Moonlight Bridge

.

Kami cukup lega masih kebagian beberapa Cream Cheese Bread dan donat tepung beras dengan toping gula salju untuk bekal perjalanan menuju Moonlight Bridge.

Moonlight Bridge adalah jembatan kayu yang membelah sungai Nakdong. Dinamakan jembatan Moonlight, karena saat bulan pernama, memandang cahaya bulan dari tengah jembatan ini mempesona dan romantik. Lokasi jembatan tidak begitu jauh dari stasiun kereta kota Andong. Bisa dijangkau dengan bus, atau kalau Anda pergi dengan rombongan minimal tiga orang, naik taxi ternyata lebih murah dan nyaman. Selain jembatan kayu yang cantik, pas di sebrang, Anda akan menemukan walking track atau jogging track. Walking track ini dengan landasan kayu dan pagar pengaman yang terbentang di sepanjang sungai Nakdong.

Sebaiknya berkunjung ke sini pada pagi hari ya..,selain menikmati indahnya jembatan, Anda bisa juga melahap jalur walking track yang dikelilingi pohon rindang dan aliran sungai Nakdong di sisi lainnya. Dengan menyusuri walking track, sobat senangjalan.com juga bisa mencapai Andong Folk Village Museum. Lokasi museum ini tidak jauh dari jembatan. Bila Anda berkunjung ke Moonlight Bridge ini, Anda akan mendapatkan paket wisata 3 in 1 sekaligus. Yaitu menikmati pesona Moonlight Bridge, berolahraga santai di walking track pinggiran Sungai Nakdong, dan belajar budaya Andong tempo dulu di Andong Folk Village Museum. Komplet bukan guys…. YES ! Pingin main ke gunung, hirup udara segar dan hijau nya pepohonan, tidak salah lagi, mampirlah ke Apsan Park di kota Daegu, click aja Perjalanan Keliling Korea Selatan : Daegu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *