senangjalan.com – zermatt swiss, menikmati salju di musim panas

Posted on Posted in Kota, Kota Eropa

Zermatt, menikmati salju di musim panas

Zermatt, sebuah kota kecil pedesaan yang terletak di kanton Valais, district Visp, Swiss Selatan, adalah sebuah resor pegunungan yang terkenal dengan track pendakian. ski dan hiking. Kota kecil nan menawan ini merupakan bagian dari barisan pegunungan Alpen yang ada di negara Swiss. Kota dengan populasi penduduk hanya 6000 an ini berada pada ketinggian sekitar 1.600 m, tepat di bawah puncak gunung Matterhorn yang berbentuk piramid nan iconic. Jalan utama di kota pedesaan Zermatt ini diberi nama Bahnhofstrasse, karena memang jalan ini bermula dari stasiun kereta Zermatt yang merupakan pusat toko butik, hotel dan restoran di kota ini. Sebagian besar penduduk Zermatt berbahasa Jerman. Salah satu yang paling unik dari kota mungil ini adalah adanya kebijakan pemerintah kota setempat yang tidak mengijinkan satu pun kendaraan berbahan bakar minyak bumi (bensin, solar dkk) beroperasi di semua jalan yang ada di kota ini. Semua kendaraan penumpang, angkut atau pun kendaraan berat semisal traktor, truck molen dan lain-lain harus menggunakan energi listrik. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi atau bis yang ingin mengunjungi kota Zermatt di sediakan tempat parkir di kota Tisch untuk parkir kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta. Berkat kebijakan ini udara kota Zermatt selalu terjaga kesegaran dan kebersihan udaranya.

Perkenalan kami dengan kota cantik ini bermula dari sebuah impian besar masa kecil untuk bisa melihat, menyentuh dan bermain salju asli dari sumbernya. Namun waktu kepergian kami ke Eropa yang tepat saat musim panas menjadikan peluang kami untuk melihat, menikmati dan bermain-main dengan salju seperti yang kami impikan seolah hampir sirna. Alhamdulillah, atas petunjuk dari seorang teman baik, yang kebetulan pernah berkunjung ke Eropa saat musim panas beberapa tahun lalu, didapatlah informasi bahwa pada musim panas kota Zermatt masih menyisakan salju di puncak-puncak pegunungannya. Kami pun mulai berselancar di internet untuk mulai mencari berbagai informasi tentang kota kecil nan cantik ini. Akhirnya kami putuskan untuk mengunjungi dan menginap sehari di kota ini setelah beristirahat di kota Milan, Italia. Penginapan Alphubel Hotel kami booking melalui situs booking.com, sedangkan jadwal dan rute kereta Milan – Zermatt kami pantau melalui apps Rail Planer Eurail yang ada di Android Apps Store.

Jadwal dan rute kereta telah dipastikan barulah kami pesan tiket secara online melalui website perusahaan kereta api yang dimaksud. Karena kereta yang akan ditumpangi melewati dua kota dalam dua negara yang berbeda, maka proses pemesanan tiket secara online bisa melalui website perusahaan kereta api milik negara Swiss di alamat situs https://www.sbb.ch/en/buying/pages/fahrplan/fahrplan.xhtml  atau pun melalui website perusahaan kereta api milik negara Italia di alamat situs https://www.italiarail.com/. Apabila sobat senangjalan.com naik kereta dari stasiun-stasiun yang ada di negara Italia, sobat senangjalan.com harus selalu menanyakan ke petugas resmi perusahaan kereta setempat apakah tiket yang telah di booking online harus dicetak/diprint kembali dan apakah perlu divalidasi di stasiun tersebut sebelum sobat senangjalan.com boarding ke kereta yang dipesan. Hal ini untuk menghindari penalty fee yang lumayan bila terlewat melakukan kedua hal tersebut, saat pemeriksaan tiket oleh kondektur di atas kereta. Mohon diingat kembali untuk selalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan tiket dan perjalanan kereta kepada petugas resmi karena banyak orang asing yang berkeliaran di stasiun kereta berpura-pura menawarkan bantuan ujung-ujungnya minta imbalan uang yang tidak masuk akal.

Perjalanan kereta Milan – Zermatt ditempuh selama 3 jam 30 menit ( Milano Centrale – Brig = 2 jam dan Brig – Zermatt = 1 jam 30 menit), transit di kota kecil Brig yang merupakan kota perbatasan negara Italia dan Swiss untuk berganti kereta. Saat berganti kereta menuju Zermatt, kita harus menuruni tangga, keluar dari stasiun kereta untuk menuju peron yang letaknya tepat berada di depan stasiun Brig Bahnhohplatz. Sambil berjalan menuju pintu keluar stasiun, kami menyarankan sobat senangjalan.com untuk menyiapkan buku passport dan tiket kereta, biasanya setelah menuruni tangga akan ada dua orang petugas keamanan yang akan memeriksa kelengkapan dokumen passport, visa dan tiket sebelum mengijinkan untuk naik ke kereta. Mohon juga diingat dan diperhatikan jeda waktu perpindahan kereta yang tertera di tiket kereta, karena kadang jeda waktunya cukup singkat sehingga memaksa kita harus bergegas agar tidak ketinggalan kereta. Di tambah lagi lokasi peron kereta yang terpisah dengan peron kereta saat kita datang. Be prepare guys. 

Kami sempat berkeliling ke kota Brig karena kebetulan jeda waktu pergantian kereta yang cukup lama. Kota ini tidak begitu luas namun cantik. Kalau kita punya waktu jeda 2 atau 3 jam lebih dari cukup untuk mengelilingi kota ini dengan berjalan kaki.

Kebetulan saat kami transit di kota Brig sedang ada perayaan peringatan 100 tahun keberadaan kereta api di kota Brig, sehingga di setiap sudut kota bertebaran hiasan, spanduk dan pernak-pernik tentang kereta api yang tertata rapi menjadikan suasana kota terlihat lebih elok dan menawan. Ada beberapa both stand yang membagikan informasi dan menjual merchandise tentang sejarah kereta api yang unik dan menarik. Ada juga yang berbagi kegembiraan dengan memberikan buah apel merah gratis kepada pengunjung yang kebetulan mengunjungi booth stand pameran tersebut. Kami pun sempat mengambil beberapa buah apel yang ditawarkan untuk jadi teman perjalanan menuju kota Zermatt nantinya. Di ujung lokasi pameran, tepat di alun-alun kota, pihak penyelenggara menghadirkan sebuah gerbong kereta klasik yang dulu pernah dipakai untuk melayani penumpang di kota tersebut. Kami pun tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto di sini, lumayan juga untuk kenang kenangan saat kami pulang ke tanah air. Arsitektur bangunan di kota ini masih didominasi bangunan klasik Eropa yang masih terjaga dan terpelihara dengan baik, dikelilingi perbukitan dengan hawa yang sejuk pada musim panas. Kedai-kedai kopi dan butik tidak banyak kita jumpai di sini, hotel penginapan pun hanya ada beberapa tidak sebanyak kota Zermatt. Salah satu yang menjadikan ramai kota ini mungkin hanya stasiun kereta Brig Bahnhohplatz. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun transit bagi para wisatawan yang akan mengunjungi kota Zermatt.

Tanpa terasa waktu boarding kereta menuju kota Zermatt hampir tiba, kami pun naik dan memilih tempat duduk yang nyaman, agar bisa menikmati pemandangan yang memukau sepanjang perjalanan. Penumpang bebas memilih tempat duduk yang masih kosong karena memang di tiket tidak menuliskan nomor tempat duduknya. Pemandangan utama selama perjalanan kereta adalah deretan pegunungan Alpen yang masih diselimuti salju di puncaknya, berhias lelehan salju membentuk aliran gletser dari puncak menuju lereng bukit dengan suara gemericik yang sangat menentramkan. Di sela-sela pemandangan pegunungan, jamak dijumpai pula kumpulan rumah-rumah pedesaan yang umumnya terbuat dari kayu dengan desain arsitektur khas pegunungan Swiss yang selalu dipercantik hiasan tanaman bunga warna-warni dalam pot-pot di teras ataupun balkon setiap rumahnya. Padang rumput nan hijau dengan sapi-sapi perah hitam putih pun seolah tidak mau ketinggalan untuk melengkapi landscape pemandangan cantik selama perjalanan kereta ini. Subhanallah, benar-benar pemandangan yang menakjubkan.

Perjalanan dari Brig – Zermatt ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit, kereta akan berhenti di beberapa stasiun kecil sebelum menurunkan semua penumpang di destinasi akhir kota Zermatt. Kereta sampai di kota Zermatt jam 14.00, kami pun bergegas menuju loket tiket kereta pegunungan yang berada tepat di depan pintu keluar stasiun. Sepanjang perjalanan Brig ke Zermatt cuaca hujan dengan mendung tebal yang kurang bersahabat. Hal ini membuat kami cemas dengan impian melihat salju di musim panas akan buyar. Setelah mempelajari beberapa opsi pilihan spot melihat salju berikut moda transportasi nya (bisa dibaca di situs resmi wisata zermatt di alamat https://www.zermatt.ch/en/Lifts-pistes/Mountain-railway-tickets-timetables-and-prices), akhirnya kami putuskan untuk naik kereta listrik gunung bernama Gornergrat Bahn. Ini merupakan pilihan terbaik bagi sobat senangjalan.com yang tidak memiliki waktu panjang saat berkunjung ke kota Zermatt.

Sesuai namanya, kereta ini akan membawa penumpang ke puncak pegunungan Swiss Alps di ketinggian 3089 meter yang bernama Gornergrat. Diiringi awan mendung yang menggelayut, kami menuju loket antrian pembelian tiket. Seorang petugas wanita paruh baya menyapa dengan ramah dan menanyakan jumlah tiket dan rute pemberhentian yang akan dipilih, setelah tahu bahwa kami ingin melihat salju, buru-buru dia mengecek beberapa layar monitor, baru menyarankan kami untuk membeli tiket ke puncak tertinggi Gornergrat karena hanya di situlah kami masih berkesempatan untuk bisa melihat dan merasakan salju. Kereta Gornergrat Bahn menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dari titik keberangkatan Zermatt menuju titik pemberhentian akhir Gornergrat. Puncak Gornergrat bisa dikunjungi sepanjang tahun oleh para wisatawan. Dari Zermatt kita akan melalui 4 titik pemberhentian yaitu Findelbach, Riffelalp, Riffelberg, dan Rotenboden sebelum sampai di pemberhentian terakhir Gornergrat.

Di beberapa tempat sepanjang perjalanan kereta padang rumput sudah mulai menghijau terkadang kita bisa melihat tikus atau kelinci khas Zermatt yang berlalu lalang menikmati hangatnya mentari musim panas. Ada pula beberapa orang yang berjalan melintasi track hiking untuk menaklukan satu per satu titik pemberhentian menuju puncak Gornergrat. Pengelola wisata setempat menyediakan jalur track dan tempat khusus bagi wisatawan penggemar hiking dan camping untuk menikmati alam pegunungan Gornergrat. Satu per satu titik pemberhentian pun terlewati, tibalah kami di stasiun pemberhentian terakhir Gornergrat. Di stasiun pemberhentian ini ada sebuah bangunan restoran yang menyediakan makanan kecil dan minuman hangat. Hot chocolate merupakan minuman favorite yang selalu menemani wisatawan untuk menghangatkan badan sebelum atau sesudah berjalan-jalan di sekitar puncak Gornergrat yang dingin dan berangin kencang saat musim panas.

Begitu kereta tiba di Gornergrat, hujan mulai turun lumayan deras, kami pun segera berlari menuju restoran untuk berteduh dan menghangatkan badan. Pesanan 4 gelas hot chocolate dan beberapa potong kue meluncur ke pramusaji sambil menunggu hujan reda. Pengunjung Gornergrat sore itu tidak begitu ramai, kami bisa memilih tempat duduk di restoran dengan leluasa. Rasanya sudah tidak sabar menunggu hujan reda untuk bermain salju yang sudah tampak di depan mata. Hujan reda, langkah kaki sudah tak sabar untuk menjelajahi setiap jengkal puncak Gornergrat dengan view Matterhorn berbentuk piramid yang sangat jelas. Benar-benar mengagumkan. Hamparan salju masih tersisa di sana-sini. Alhamdulillah ya Rabb, akhirnya Kau ijinkan kami menikmati hamparan salju yang selama ini hanya bisa dilihat di layar kaca atau layar bioskop di film-film Hollywood. Moment menarik pun terjadi saat benar-benar turun salju. Meski hanya sebentar, moment tersebut telah menjadikan perjalanan ribuan kilometer dari rumah tinggal kami menjadi tidak sia-sia. Di ketinggian 3089 meter dengan udara dingin, kadar oksigen cukup tipis sehingga saat banyak aktivitas terkadang akan kesulitan dalam bernafas, disarankan untuk diam beristirahat sambil tetap bernafas normal. Saat asyik bermain salju di puncak Gornergrat sobat senangjalan.com harus selalu ingat jadwal terakhir keberangkatan kereta Gornergrat Bahn yang akan turun ke kota Zermatt. Jangan sampai keasyikan main kita lupakan jadwal ini, bisa turun sambil jalan nanti…hihihi…Setelah puas bermain, kami turun dengan kereta terakhir. Di dalam gerbong kami menyiapkan informasi pencarian alamat Hotel Alphubel tempat menginap nanti malam. Kebetulan besok hari pertama bulan puasa Ramadhan, jadi sebelum menuju hotel, kami mampir di kedai waralaba asal Amerika yang terkenal untuk makan malam dan membeli bekal buat sahur nanti malam.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *