KotaKota Asia

Destinasi wisata paling ngetop dan hit di kota Bangkok (3)

2018 – Asyiknya Belanja di Khlong Lad Mayom Floating Market dan Chatuchak Weekend Market

Khlong Lad Mayom Floating Market

Salah satu magnet wisatawan datang ke kota Bangkok tentu saja belanja di floating market dan weekend marketnya. Banyak barang aneka rupa dijual dengan harga murah. Anda harus memiliki kemampuan lebih dalam tawar menawar harga. Ada beberapa macam pasar di kota Bangkok yang sering menjadi rujukan wisatawan untuk menuntaskan hasrat belanja. Mulai dari pasar modern yang ada di mall-mall, pasar malam atauย night market, floating market dan tentu saja traditional weekend market. Pada kesempatan kedua berkunjung ke kota Bangkok ini, kami berhasil menjajal tiga pasar di antara nya. Pasar itu adalah Asiatique Riverfront Warehouse, Khlong Lad Mayom Floating Market (Googlemaps:ย Khlong Lad Mayom Floating Market) dan Chatuchak Weekend Market (Googlemaps:ย Chatuchak Weekend Market) pada hari Minggu tanggal 18 November 2018. Target kunjungan pertama adalah Khlong Lad Mayom Floating Market. Sebuah pasar apung yang masih berada di kota Bangkok, sangat recommended bagi Anda yang tidak memiliki sisa waktu berlimpah. Agar kunjungan Anda optimal, sisakan waktu minimal 4-5 jam untuk menjelajahi uniknya pasar ini. Anda akan menjumpai banyak kuliner tradisional mulai dari kue-kue manis, menu sarapan/makan siang seperti satai, seafood, dan aneka olahan mie dengan toping daging ayam atau sapi.

Khlong Lad Mayom Floating Market

Khlong Lad Mayom Floating Market

Terus terang saja, kami agak kesiangan. Baru jam 08.30 start dari Prime Hotel Central Station menuju Khlong Lad Mayom Floating Market. Untuk sampai ke Khlong Lad Mayom Floating Market memerlukan waktu satu jam dengan 3 moda transportasi berbeda. Mulai dari subway MRT (jalur biru naik dari stasiun Hua Lamphong turun di Silom lalu pindah naik BTS), BTS (naik dari stasiun Sala Daeng turun di stasiun Bang Wa), dan taksi dari stasiun BTS Bang Wa menuju ke lokasi pasar dengan argo rata-rata 100 baht. Pasar apung ini hanya buka di hari Sabtu dan Minggu dari jam 08.00 AM – 17.00 PM. Suasana pasar saat itu sudah lumayan ramai, seperti dugaan saya. Banyak menu makanan tradisional beraneka rasa dan warna dijajakan untuk menarik minat para pembelinya. Buah-buahan dan minuman segar seperti jus buah, thai tea dan minuman hangat pun tak mau ketinggalan meramaikan dasaran pasar yang lumayan luas ini. Dengan spare waktu 4-5 jam, Anda bisa mengitari satu demi satu lorong untuk mencoba setiap cemilan yang ditawarkan dengan rasa dan warna sangat menggugah selera. ๐Ÿ™‚ Anda bisa duduk santai di kursi-kursi yang tertata rapi di pinggir sungai sambil menikmati sarapan pagi atau makan siang dengan menu tradisional khas Thailand, sambil asyik mengamati lalu lalang pembeli yang memadati pasar dan perahu-perahu hilir mudik di sepanjang aliran sungai Lat Ta Niao. Hmmm, dijamin Anda akan betah berlama-lama di floating market ini. Banyak menu sarapan enak yang langsung dimasak saat dipesan para pembelinya. Terutama menu yang berbahan utama seafood, daging ayam dan sapi dengan cara penyajian khas penduduk sekitar. Bikin ngiler dan nagih habis dech pokok-nya. Dan yang paling penting, harga-nya nyaman di kantong. ๐Ÿ˜€

kampung air khlong lad mayom floating market

Setelah puas berkeliling, jangan lewatkan sensasi menaiki kapal perahu untuk berkeliling ke desa-desa air yang ada di sekitar Khlong Lad Mayom Floating Market. Dengan harga tiket 100 baht per orang, Anda akan diajak berkeliling sekaligus berpetualang menyusuri kanal-kanal sungai dengan rumah-rumah tradisional di pinggiran-nya selama hampir satu setengah jam. Rumah-rumah warga desa air ini umum-nya memiliki satu perahu kecil, ada yang bermesin atau cukup perahu dayung saja. Dan di depan atau di samping rumah terdapat dermaga kecil untuk naik ke rumah atau turun ke sungai dan menambatkan perahu. Banyak juga dijumpai warung-warung bahan pokok sehari-hari yang posisinya persis di pinggir sungai, sepertinya khusus melayani para pembeli yang bertransaksi dari atas perahunya. Touring boat ini akan berakhir di pasar apung yang lebih kecil bernama Wat Saphan Floating Market. Di pasar apung ini para peserta diberikan waktu selama 20-30 menit untuk menikmati suasana dan jajanan pasar sambil rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan balik ke tempat awal. Kami membeli beberapa menu kudapan (seharga 10 baht), minuman (10 baht) dan seporsi nasi lauk khas warga setempat yang berisi irisan dadar telor, udang goreng, sayuran plus semangkok kuah shabu (30 baht) sebagai menu sarapan dan teman untuk istirahat menunggu panggilan nakhoda kapal untuk melanjutkan perjalanan.

kuliner khlong lad mayom floating market

Saat perjalanan pulang, sebelum sampai ke pemberhentian terakhir, biasanya nakhoda kapal akan membawa penumpang ke kebun anggrek dengan koleksi yang lumayan banyak. Di kebun anggrek ini para peserta diberikan waktu berkunjung selama 15 menit. Anda bisa melihat puluhan bunga anggrek yang berbaris rapi, dengan bunga warna warni bermekaran. Tentu saja kebun ini akan jadi latar belakang foto yang cantik dan unik bagi Anda penggemar fotografi dan medsos. Panggilan pak nakhoda menyadarkan kami untuk segera balik ke kapal dan 15 menit kemudian kami sampai kembali ke Khlong Lad Mayom Floating Market, tepat jam 11.00. Suasana pasar makin ramai, jajanan pasar aneka rasa dan warna makin memenuhi dan memeriahkan pasar di hari Minggu itu. Sebenarnya, kami masih ingin berkeliling lebih dalam untuk mencicipi jajanan pasar yang benar-benar menarik dan menggugah selera ini. Namun, ingatan harus check-out jam 12.00 membuyarkan segala keinginan, ya sudahlah, ๐Ÿ™ย  kami pun segera beranjak keluar pasar untuk mencari taksi yang akan membawa ke stasiun BTS Bang Wa. Sebenarnya, pasar ini bukan murni pasar apung seperti dalam bayangan kami, karena sebagian besar barang dagangan dijajakan dalam bangunan semi permanen tepat di pinggir sungai. Hanya saja memang ada puluhan kapal perahu yang turut menjajakan aneka dagangan di pinggir sungai kepada para pembeli-nya. Mungkin inilah mengapa pasar tradisional Khlong Lad Mayong ini mendapat sebutan pasar apung atau floating market.

Chatuchak Weekend Market

chatuchak weekend market

Urusan check-out dan menitipkan beberapa koper bawaan ke hotel beres, kami pun kembali menuju ke stasiun MRT Hua Lamphong yang hanya 5 menit berjalan kaki dari hotel. Destinasi wisata terakhir kami sebelum terbang ke Kuala Lumpur adalah Chatuchak Weekend Market. Dengan menumpang subway jalur biru, naik dari stasiun Hua Lamphong dan turun di stasiun Kamphaeng Phet, Anda akan sampai persis di depan pasar yang selalu ramai pada hari Sabtu dan Minggu ini. Pada hari Sabtu dan Minggu, pasar akan mulai buka dari jam 09.00 – 18.00. Para pedagang di pasar ini akan menampilkan barang dagangan di lebih dari 15 ribu lapak dalam area pasar tradisional seluas hampir 11 hektar. Gimana gaes, kira-kira butuh berapa jam atau hari untuk berkeliling ke pasar tradisional kota Bangkok yang cukup nge-hit di kalangan para wisatawan ini? Anda harus berani dan jago menawar untuk bisa mendapatkan barang-barang unik dengan harga murah. Chatuchak Weekend Market merupakan salah satu destinasi wajib kunjung bagi turis di Bangkok, terutama untuk beli souvenir, kaos, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan barang kebutuhan lain dengan harga miring. Banyak juga saya jumpai kelompok turis dari Indonesia selama saya berkeliling di pasar mingguan ini. ๐Ÿ™‚

warung thai tea chatuchak weekend market

Bila Anda lelah berjalan berkeliling, ada satu blok di pasar ini yang menyediakan layanan Thai massage. Dalam satu lapak biasanya terdiri dari beberapa kursi pijat dengan para therapist stand by di samping-nya. Cukup ramai juga pelanggan-nya ๐Ÿ™‚ Seperti-nya peluang bisnis ini bisa diterapkan di pasar-pasar besar Indonesia seperti Tanah Abang, Jakarta Fair, dan lain-lain, hehehe :D. Persis di depan gerbang pintu masuk kawasan Chatuchak Weekend Market, ada satu blok yang isi-nya para pedagang makanan dan minuman. Ada banyak jenis makanan dan minuman khas Thailand disediakan di lapak-lapak kaki lima yang sangat ramai pada saat makan siang. Setelah berkeliling selama dua jam, tentengan pulang kami pun bertambah dengan beberapa magnet kulkas, kaos, pernik-pernik bermotif gajah, boneka gajah, dan cemilan manisan dried mango. So, tempat ini bisa jadi salah satu alternatif tempat mampir, bagi Anda yang ingin berburu barang atau souvenir murah di kota Bangkok. Alasan utamanya ya… Chatuchak Weekend Market ini mudah dicapai, pilihan banyak, fasilitas lengkap dan harga-nya pun cukup terjangkau. Bagaimana, tertarik? ๐Ÿ™‚

Puas Berbelanja, saat nya berburuย Kuliner Makanan Halal di Kota Bangkok

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *