KotaKota Asia

senangjalan.com – panduan wisata pulau belitung nan mempesona (day 1)

2018 – Ini Dia Pengalaman Liburan Seru di Pulau Belitung (Day 1)

Pantai Tanjung Kelayang

Berawal dari penawaran tiket promo event mega sale maskapai Citilink, membuat kami tertarik mengunjungi pulau elok berjuluk bumi Laskar Pelangi ini. Pulau indah yang mendadak tersohor setelah menjadi lokasi setting cerita novel dan film laris Laskar Pelangi karya novelis Andre Hirata dan booming menjadi destinasi wisata beberapa tahun lalu. Pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Hanandjoeddin kota Tanjung Pandan tepat jam 07.00 pagi. Bergegas menuju pintu keluar bandara, kami mencari sopir taxi yang sudah di-booking beberapa hari sebelumnya. Taksi dengan merk Street Taxi ini akan mengantar ke hotel tempat menginap di pusat kota Tanjung Pandan. Ough ya, di Pulau Belitung ini tidak banyak angkutan umum, jadi untuk menjelajah destinasi wisata sekitar pulau Belitung, pilihan terbaik adalah sewa motor atau sewa mobil. Harga sewa motor matic 125cc dibandrol Rp70 ribu sedangkan 150cc Rp125 ribu per hari nya. Bila Anda memilih sewa mobil, biasa nya akan disediakan mobil Avanza atau Mobilio dengan harga sewa Rp300 ribu tanpa sopir, Rp550 ribu plus sopir dan BBM selama sehari dari jam 08.00 sampai jam 08.00 keesokan hari nya. Sesuai rencana, hari pertama ini kami akan mencoba pengalaman wisata Island hopping dengan menyewa perahu mesin. Start awal di Pantai Kelayang, biasanya kapal dan nakhoda nya sudah standby dari jam 9 pagi untuk membawa para penumpang nya berwisata berkeliling pulau seharian. Dengan biaya sewa perahu  Rp400 ribu, pelampung 20 ribu, dan kacamata google snorkling juga Rp20 ribu per hari, biasanya nakhoda akan membawa kita menuju ke beberapa pulau di sekitar Pantai Kelayang seperti Pulau Batu Garuda, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, snorkling di sekitar Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar dan terakhir Pulau Kelayang sebelum membawa penumpang balik ke dermaga Pantai Kelayar.

Pulai batu Garuda

Satu perahu motor bisa menampung sampai dengan 8 orang penumpang. Jadi akan lebih hemat bila bepergian dengan 8 orang  cukup patungan Rp50 ribu per orang. Setelah menitipkan koper dan tas bawaan ke resepsionis Hotel Premium, kami bergegas memacu motor sewa ke Pantai Kelayang untuk meet up dengan pak Puji, pengelola sewa kapal yang sehari-hari stand by di sana. Perjalanan dari pusat kota ke Pantai Kelayang ditempuh dalam 45 menit. Tepat jam 10 pagi, kami diperkenalkan dengan Pak Arcon yang akan menjadi nakhoda dan pemandu island hopping kami hari itu. Sebelum kapal motor berangkat, sebaiknya sobat senangjalan.com mempersiapkan bekal makan siang, makanan kecil, minuman mineral yang cukup karena harga makanan di warung yang ada pulau-pulau tujuan sangat mahal dan tidak banyak pilihan. Jangan lupa, siapkan pula biscuit crackers untuk fish feeding saat snorkling nanti agar kerumunan ikan-ikan ramai mendekat. Kapal motor pun berjalan pelan membelah ombak yang cukup tenang pagi itu, sinar matahari cukup terik sehingga view laut dan langit biru sangat bersih kontras dan menawan  Namun panas di kulit cukup menyengat dan bisa menyebabkan kulit terbakar. Kami sarankan sebelum naik ke kapal mengoleskan krim tabir surya ke sekuruh kulit dan wajah untuk meminimalkan efek panas terik matahari ini. Pak nakhoda akan mengarahkan kapal pada posisi yang pas untuk berfoto agar penampakan batu yang ada di pulau tesebutt mirip kepala burung garuda. Itulah kenapa pulau ini diberikan nama Pulau Batu Garuda oleh warga setempat. Biasanya kita tidak turun ke daratan Pulau ini, kapal hanya berhenti sebentar sampai penumpang merasa puas berfoto baru kemudian nakhoda akan mengarahkan ke destinasi pulau selanjutnya yaitu Pulau Pasir.

Pulau Pasir

Pulau pasir ini unik, karena tidak semua pengunjung peserta island hopping bisa mendarat atau melihat pulau ini bila berkunjung saat air laut sedang pasang. Saat air pasang, Pulau Pasir ini akan tenggelam. Coba tanyakan status Pulau Pasir ini ke nakhoda atau pengelola sewa kapal sebelum mengawali island hopping ini. Alhamdulillah, siang itu air laut tidak pasang jadi perahu kami bisa bersandar di Pulau Pasir untuk main pasir putih dengan air laut yang jernih dan berburu hewan bintang laut yang banyak dijumpai di sini. Di Pulau Pasir ini merupakan salah satu spot wajib yang harus dikunjungi untuk bisa bertemu dan berinteraksi dengan hewan laut yang unik dan lucu ini. Memang tidak mudah untuk menemukan bintang laut, karena warna sekujur kulit hewan laut ini mirip dengan hamparan permukaan pasir sehingga tersamar dan tidak tampak jelas dari pandangan mata. Harus ekstra sabar dan pasang pandangan mata super teliti agar bisa menemukan keberadaan bintang laut. Akhirnya, kami bisa mendapatkan 4 ekor bintang laut ukuran kecil di pulau ini. Ough ya saat bermain, jangan terlalu lama meletakan bintang laut jauh dari air laut, bisa stres dan mati. Kasihan khan!! 🙁 Selain berinteraksi dengan bintang laut, Anda juga bisa berenang santai sambil menikmati air laut nan jernih dengan pasir putih yang bersih di pulau ini. Anda bisa bermain dan berfoto sampai puas di sini. Pak nakhoda biasanya akan menunggu di kapal sementara Anda menikmati suasana Pulau Pasir yang mempesona ini. Destinasi selanjutnya adalah Pulau Lengkuas.

Snorkeling di sekitar Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas merupakan salah satu pulau di sekitar Pantai Kelayang tempat mercusuar yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1892 berada. Anda bisa bermain di pantai pulau ini, atau naik ke mercusuar gratis. Namun untuk saat ini, pengunjung hanya diperbolehkan naik sampai lantai 3 saja. Sayang bukan, sebenarnya pemandangan laut dan pantai dari puncak mercusuar ini cukup cantik dan ajib, tapi mau gimana lagi, rule is always a rule. Kecewa sudah pasti… Di Pulau Lengkuas anda bisa beristirahat sambil minum air kelapa muda yang segar, makan pisang goremg atau pun pesan mie instan untuk mengganjal perut sebelum melanjutkan aktivitas selanjutnya sampai sore hari. Anda juga bisa menjumpai toilet bersih yang letaknya persis di belakang mercusuar, yang bisa diakses dengan memasukkan uang 2 ribuan di kotak yang tersedia sebelum pintu masuk toilet. Puas main dan mengisi perut, kami pun melanjutkan kegiatan wisata dengan snorkeling di sekitar Pulau Lengkuas. Pak Arcon, nakhoda dan pemandu wisata island hopping kami dengan sigap mengarahkan kapal untuk mencari spot snorkeling yang menarik bagi pemain pemula seperti kami ini. Namun arus air laut siang menjelang sore itu cukup deras, sehingga kurang nyaman buat snorkeling. Beberapa utas tali yang sudah ditambatkan di kapal pun dilempar dan dihanyutkan sebagai alat bantu untuk bagi kami untuk balik ke kapal. Beberapa remahan biscuit crackers pun ditaburkan ke sisi kapal untuk menarik ikan-ikan datang di sekitar tempat kami berenang. Tanpa menunggu lama, ikan-ikan itu berkumpul lumayan banyak menemani kami yang sedang asyik menikmati jernihnya air laut dan pemandangan bawah laut yang cukup menakjubkan. Derasnya arus air laut, memaksa kami untuk mengakhiri aktivitas snorkeling lebih cepat, sambil mencari spot lain yang lebih tenang.

Pulau Batu Berlayar

Kapal pun diarahkan ke Pulau Batu Berlayar. Dinamai demikian karena batu-batu yang menjulang di pulau kecil ini apabila diamati dari sudut pengamatan yang tepat memang mirip dengan layar perahu yang membentang ditiup angin. Di pulau kecil airnya cukup jernih dan dangkal. Saat kami asyik berfoto dan mengitari pulau kecil berpasir putih ini, kedua putri ku melanjutkan snorkeling sambil kembali mencari hewan bintang laut. Kami menemukan bintang laut warna pink yang cukup besar di pulau ini, setelah sebelumnya tidak kami temukan di Pulau Pasir. Bintang laut kecil pun banyak betebaran di Pulau Batu Berlayar ini, jadi tidak perlu kecewa bila belum menjumpai hewan bintang laut di Pulau Pasir. karena Anda pun bisa menemukannya di sini. Destinasi pulau terakhir adalah Pulau Kelayang, sebuah pulau yang lumayan besar dan berada dekat dengan dermaga pantai Kelayang. Cukup ramai suasana pulau ini saat sore hari, ada beberapa group company outing atau sekolah yang sedang mengadakan kegiatan saat kami datang. Pantai pasir putih dengan air laut nya pun cukup tenang, cocok dan aman buat putra-putri Anda bermain pasir dan air sambil mencari ikan-ikan kecil yang berlarian. Sungguh akan jadi aktivitas yang menyenangkan bagi putra-putri kesayangan Anda. Di pulau ini sebenarnya ada hidden paradise yang harus Anda datangi bila berkunjung ke pulau ini. Yaitu Gua Kelayang atau Kelayang Cave.

Gua Kelayang

Sebenarnya gua ini terbentuk dari tatanan batu batu besar tinggi menjulang yang menghalangi sinar matahari masuk, sehingga suasana sekitarnya cukup sejuk dan iconik kalau dijadikan latar belakang berfoto bersama teman atau pun keluarga Anda. Lokasi Gua Kelayang ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar lima menit dari Pantai Pulau Kelayang. Jalan menuju ke gua ini melewati jalan setapak di tengah pepohonan rindang. Nanti sebelum sampai ke gua Kelayang ini kita harus melewati rintangan jalan yang tersusun dari batu yang besar dan cukup menantang. Hati-hati ya guys saat melewati track ini, tidak usah buru-buru dan berebut cepat sampai. Ough ya, saat berkunjung ke gua ini, saran kami bawalah google dan pelampung yang Anda sewa, karena berenang dan snorkeling di sini tak kalah indah dan eksotisnya. Berenang di kelilingi batu-batu besar dan tinggi menjulang menimbulkan sensasi dan pengalaman tersendiri. Ada juga banyak ikan kecil dijumpai di sini, yang kadang-kadang mereka mematuk-matuk kaki kita saat berada di air dasar gua. Apabila berkunjung ke sini tidak perlu pakai sandal atau pun sepatu, karena ada beberapa spot yang dilalui berbatu dan cukup licin. Berkunjunglah sore hari saat pengunjung lain sudah pada beranjak kembali ke pantai Kelayang, karena pada saat itulah Anda akan nyaman menikmati suasana dan pemandangan gua nan ajib plus menakjubkan ini. Saat berfoto pun akan enak tanpa diganggu kerumunan orang yang berlalu lalang saat kita sedang asyik beraksi. Jangan lupa untuk meminta pemandu atau nakhoda kapal untuk membawa Anda ke spot ini. Dijamin Anda akan takjub berada di sini, tenang, sunyi dan penuh kedamaian :D.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *