KotaKota Eropa

senangjalan.com – pengalaman city tour setengah hari di kota munich

2016 – how to spend a half day city tour di kota munich

Hampir semua pusat keramaian di kota-kota besar Eropa, seperti alun-alun “city square”, taman, street shopping, pasar tradisional, monumen “statue”, tempat ibadah dan museum selalu berada dekat dengan stasiun kereta api utama di kota itu. Bagi sobat senangjalan.com yang bepergian menggunakan moda transportasi kereta api dus punya  waktu transit minimal 5 jam, titipkan koper Anda di loker dan keluarlah sejenak dari stasiun. Berkeliling bebas dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana kota, membeli kudapan unik, souvenir kecil atau pun sekedar melihat-lihat pemandangan kota selalu menjadi hal yang layak untuk dicoba. Selain mendapat pengalaman baru, hasil jepretan foto-foto dan souvenir cantik pun akan menambah koleksi pigura dan lemari pajangan di rumah Anda . Hal ini sering kami rencanakan dan lakukan saat trip kami di beberapa negara benua Eropa. Salah satu nya di kota Munich ini. Kami naik bus Flixbus dari Zurich menuju Munich. Pemberhentian bus berada tak jauh dari stasiun kereta api utama Munich HBF. Kami punya jeda waktu 6 jam sebelum bus yang akan membawa kami ke kota Innsbruck datang. Depan pintu utama stasiun kereta menjadi titik awal perjalanan city tour selama 5 jam ini. Ada beberapa destinasi wisata menarik yang akan kami datangi di jeda waktu yang lumayan sempit ini, yaitu :

Karlplatz/Stachus, merupakan persimpangan utama yang berada tidak jauh dari stasiun Munich HBF. Di sini Anda bisa menjumpai stasiun U-Bahn, S-Bahn, dan tram yang menghubungkan tempat-tempat di kota Munich (U-Bahn dan Tram) dan kota-kota sekitar Munich (S-Bahn). Ada beberapa bangunan penting yang berada di sekeliling alun-alun ini seperti Karlstor. Karlstor adalah sebuah gerbang bernuansa gothic yang dibangun kembali oleh Gabriel von Seidl pada tahun 1899-1902. Gerbang ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1301 dengan nama Neuhauser Tor, baru pada tahun 1791 diubah nama nya menjadi Karlstor untuk menghormati Charles Theodore, Elector of Bavaria. Ada air mancur yang cukup megah bisa dijumpai i lokasi ini saat musim panas, sedangkan saat musim dingin alun-alun ini berubah menjadi area terbuka tempat warga Munich bermain ice skating. Bangunan penting lainnya adalah Justizpalast (Palace of Justice) yang bernuansa neo baroque dan  Kaufhof, merupakan pusat perbelanjaan pertama yang dibangun setelah perang dunia kedua oleh Theo Pabst pada tahun 1950-1951. Dari Karlplatz selanjutnya kami berjalan kaki menuju Marienplatz, dengan menyusuri jalan Neuhauser Strasse dan Kaufinger Strasse yang merupakan shopping street terkemuka di kota Munich. Di sepanjang jalan ini akan banyak dijumpai butik toko busana, aksesoris dan restoran terkemuka. Getting to Karlplatz/Stachus : berjalan kaki 4 – 5 menit dari Munich HBF, naik trem line 19, 20, 21, 22, N19 dan N20, naik U bahn line U4 dan U5, atau naik S Bhan line S1, S2, S3, S4, S6, S7, S8

Marienplatz, bila sobat senangjalan.com memiliki waktu yang singkat namun ingin mengenal nuansa kota Munich, berkunjunglah ke alun-alun Marienplatz. Di alun-alun utama yang berada di pusat kota Munich ini, Anda akan menjumpai beberapa landmark tenar seperti: New Town Hall, saat menjejakkan kaki pertama kali di Marienplatz, kita akan menjumpai landmark gedung klasik bernuansa gothic yang dibangun pada abad 19. New Town Hall merupakan tempat berkantor dewan kota, walikota dan pusat adminsitrasi pemerintahan kota Munich Jerman. Salah satu tower utama gedung balai kota ini merupakan tempat dimana Cuckoo Clock Glockenspiel berada. Tower ini dapat dikunjungi para pelancong dengan menaiki elevator yang disediakan pengelola gedung untuk menikmati pemandangan kota Munich dari ketinggian. Karena sempitnya waktu kami tidak berkesempatan untuk mengikuti tour ke dalam gedung, yang kaya akan arsitektur berlanggam gothic. Ya, nuansa gothic banyak menginspirasi interior bangunan New Town Hall ini. The Column of St. Mary/Mariensaulle, merupakan monumen atau statue yang persis berada di tengah tengah alun-alun Marienplatz. Dibangun pada tahun 1638 sebagai tanda peringatan kemenangan pasukan Bavaria atas pasukan Swedia dalam Perang 30 Tahun. Selain itu, patung ini juga merupakan simbol yang menunjukkan bahwa bangsa Bavaria mampu mengatasi kesesatan, kelaparan, wabah penyakit dan perang. Ke empat hal ini direpresentasikan oleh 4 figur  yang diletakkan di dasar monumen mengelilingi statue ini.

Masih di kawasan Marienplatz, sempatkanlah menikmati atraksi The Glockenspiel. The Glockenspiel, merupakan clock tower yang menjadi rumah beberapa patung menawan yang digerakan dengan motor listrik pada waktu-waktu tertentu. Pertunjukan Glockenspiel juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Marienplatz. Atraksi jam cuckoo Glockenspiel ini akan bisa dilihat pelancong setiap hari pada pukul 11 ​​AM, jam 12 PM, dan jam 5 PM (hanya saja pertunjukan jam 5 PM ini  tidak bisa bisa dinikmati pada bulan November hingga Februari. Dalam atraksi jam cuckoo Glockenspiel ini para pelancong akan dihibur oleh pertunjukan tarian patung-patung bermotor saat berkuda dan berputar di sekitar bagian dalam menara selama 12 menit dan berakhir dengan kicauan burung cuckoo yang keluar di atas display patung-patung bermotor tersebut. Datanglah 15 menit lebih awal, agar Anda bisa memilih lokasi terbaik untuk melihat atraksi agar Anda bisa menikmati atraksi unik ini dengan leluasa. Old Town Hall, bangunan ini sebelumnya merupakan gedung pusat pemerintahan kota Munich yang dibangun pada tahun 1400 dan masih berdiri gagah hingga saat ini. Dilihat dari luar, bangunan ini terlihat lebih simple dibandingkan gedung-gedung klasik di sekelilingnya. Namun di situlah yang membedakan gedung ini dengan bangunan lainnya. Gedung ini tetap saja indah dengan sapuan dominan warna putih dan dipercantik tower kecil berwarna orange. Menjadikan arsitektur Old Town Hall ini benar-benar sesuai dengan semangat kota Bavaria. Dari puncak tower berwarna orange setinggi 180 feet, yang pada awal dibangunnya dimaksudkan untuk kepentingan pertahanan kota ini, para pelancong juga dapat menikmati pemandangan kota Munich yang indah dari ketinggian. Getting to Marienplatz : berjalan kaki 10 menit dari Munich HBF, naik U bahn line U3 dan U6, atau naik S Bhan line S1, S2, S3, S4, S6, S7, S8 dan naik bus no 132

Viktualienmarkt, berasal dari kata latin viktual yang berarti makanan. Pasar tradisional ini merupakan salah satu pasar tradisional tertua yang ada di kota Munich dan dibangun pada tahun 1807. Letaknya tidak jauh dari Marienplatz. Jadi bila sobat senangjalan.com sedang berjalan-jalan di alun-alun ini, sempatkanlah sejenak untuk berkunjung ke pasar tradisional ini. Anda bisa menikmati buah, jus buah yang segar, aneka kue atau makanan kecil dengan harga yang tentu saja bersahabat. Di pasar ini bisa juga ditemukan beberapa penjual souvenir khas Munich dengan harga yang tidak menguras kantong. Viktualienmarkt modern telah menjelma menjadi pasar populer di kalangan warga Munich dan para pelancong. Di pasar ini ada sekira 140 unit toko/kios yang menawarkan bunga, tanaman, sayuran, buah eksotis, daging rusa, daging unggas, telur, mentega, madu, ikan, daging, sosis, dan makanan kecil khas kota Munchen. Selain berfungsi sebagai pasar tradisional, Viktualienmarkt pada saat-saat tertentu sering juga menjadi tempat perhelatan festival dan event-event khusus. Festival tersebut biasanya menawarkan acara tradisional masyarakat setempat, berupa aneka musik, tarian dan aneka pertunjukan seni lainnya. Kami sempat berkeliling di pasar ini sambil meneguk jus jeruk segar dan mencicip beberapa potong kue apple pie di kedai kaki lima yang ada pasar ini. Rasanya sungguh segar, maknyus, mantap dan tentu saja ditebus dengan harga yang nyaman di kantong para backpacker.

Taklamakan Uighurisches Restaurant, lelah berjalan mengitari pusat kota Munich, kami pun memutuskan kembali ke Stasiun Munich HBF. Sambil berjalan santai, kami mencari restoran untuk makan siang sebelum menuju ke tempat pemberangkatan bus yang akan membawa kami ke kota Innsbruck. Akhinya kami tersenyum lega saat menemukan sebuah resto halal yang menyajikan menu-menu khas Uighur. Uighur adalah nama sebuah suku bangsa yang mendiami negara China dengan mayoritas penduduknya beragama muslim, Resto ini berada di pinggir jalan Bayerstrabe Munic Sud. Selama singgah di beberapa kota Eropa ini, restoran Turki menjadi andalan menu makan siang atau makan malam kami. Karena selain halal, cita rasa nya pun cocok dengan lidah Indonesia kami. Begitu masuk ke restoran ini, pramusaji membawakan daftar menu untuk dipilih sebagai menu makan kami. Nasi, sate kambing, sate ayam, salad plus 4 botol air mineral menjadi pilihan menu makan siang kami siang itu. Nasi disajikan restoran ini sangatlah istimewa karenabercita rasa gurih dan enak, mungkin kalau di Indonesia mirip nasi uduk betawi atau nasi gurih jawa. Baru pertama kali kami menjumpai nasi dengan cita rasa unik ini selama dua kali trip di beberapa kota di negara Eropa. Menu sate kambing dan ayamnya datang dengan porsi lumayan besar untuk ukuran orang Indonesia. Cukup untuk kami berempat. Rasa bumbu rempah-rempah masakan resto ini begitu terasa mengingatkan kami pada resto-resto china halal yang pernah kami datangi di Indonesia. Hanya saja cita rasanya dipadukan dengan bumbu-bumbu khas turki atau jazirah Arab sehingga menghasilkan rasa hidangan enak dan khas. Apabila sobat senangjalan.com sedang berwisata ke kota Munich, coba lah mampir ke restoran ini, dijamin akan balik lagi bila berkunjung kembali ke kota Munich. Pokoknya recommended dech. Namun sayang kami tidak menemukan hasil jepretan foto-foto menu yang kami beli saat itu, entah file nya terselip dimana. Tak terasa waktu boarding bus yang akan berangkat ke kota Innsbruckpun tiba pertanda kami harus segerameninggalkan kota Munchen. Good bye Munich, Auf Wiedersehen Munich.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *