senangjalan.com – setengah hari satu malam di kota colmar france

Posted on Posted in Kota, Kota Eropa

2016 – setengah hari satu malam di kota Colmar France

Perkenalan senangjalan.com dengan kota cantik Colmar bermula dari postingan teman akan tempat wisata Colmar Tropicale di Kuala Lumpur Malaysia, berupa kawasan village yang dibangun dengan mengadopsi kota Colmar di bagian barat negara Perancis yang berbatasan dengan negara Jerman. Dari stasiun kereta utama Gare de Strassbourg kami berkesempatan untuk menjajal kereta cepat Prancis yang tenar dengan nama Train a Grande Vitesse (TGV) atau kurang lebih berarti kereta berkecepatan tinggi. Dari Strassbourg ke Colmar cukup ditempuh selama 30 menit perjalanan. Suasana kabin kereta TGV cukup bersih dan modern. mengingatkan kami pada kereta KTX di Korea Selatan yang ternyata juga bersaudara dekat dengan TGV Prancis buatan Alstomm ini. Selain di Perancis, kereta TGV juga digunakan di Belanda, Korea Selatan, Spanyol, Britania Raya dan Amerika Serikat. Tidak begitu banyak yang bisa saya ceritakan karena perjalanan yang cukup singkat ini.

Sesampainya di Stasiun Gare de Colmar kami pun menaiki bis kota yang halte nya berada persis di depan stasiun untuk menuju ke hotel Appart’Hôtel Odalys La Rose d’Argent tempat kami menginap. Jam check ini belum juga dimulai saat tiba di lobby hotel, akhirnya koper pun kami titipkan ke petugas hotel dan petualangan menjelajah kota Colmar pun dimulai. Selain dengan bis kota, menuju kawasan La Petite Venise bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Stasiun Gare de Colmar, dengan melalui Avenue de la Republique ke arah utara sampai Champ de Mars, sebuah taman kota nan luas dan menawan, belok ke arah barat mengikuti jalan Rue de Bruat sampai bertemu dengan perempatan kedua dan ikuti jalan Rue des Bles, ikuti jalan ini menuju ke pertigaan Grand Rue dan belok ke Rue Turenne, sampailah sobat senangjalan.com ke kawasan La Petite Venise. Dengan berjalan kaki akan lebih santai dalam menikmati setiap jengkal kota nan cantik ini.

Musee du Jouet Colmar atau Museum Mainan Colmar, tujuan pertama kami ternyata hanya berjarak 300 meter dari hotel tempat kami menginap dan sudah berada di kawasan village La Petite Venise. Dikutip dari situs resmi Musee du Jouet di alamat http://www.museejouet.com/en/ dijelaskan sebagai berikut : ” Housed in a former cinema, the Colmar Toy Museum welcomes children and adults for a fun, themed visit, to discover the toys which marked our childhood. The museum presents a collection of toys from the 19th century to the present day, bearing witness to the way society has changed over the years. On three floors, visitors can discover antique toys or characters from cartoons; from vintage teddy bears to the first Barbie© dolls, not forgetting of course video games, Playmobil®, scale models, robots or miniature trains. The toys and games exhibited here come from all around the world and belonged to different generations of children. A mesmerising highlight of this museum is the network of trains covering the whole of the second floor.

With giant board games, puppet shows and video consoles, a visit to the museum is always lively and terrific fun. A museum which takes you on a voyage of discovery to learn more about the fascinating history of TOYS and GAMES!” Bagi sobat senangjalan.com penggemar mainan klasik dan legendaris mulai dari abad 19 sampai dengan sekarang, harus mengunjungi museum ini untuk sekedar bernostalgia sekaligus merasakan bagaimana perkembangan kehidupan sosial dan teknologi mempengaruhi bentuk dan tema mainan dari masa ke masa atapun sebaliknya. Puas mengelilingi setiap jengkal gedung museum tiga lantai ini, kami pun segera beranjak melanjutkan perjalanan menyusuri lebih jauh kawasan village La Petite Venise nan menarik ini. Dengan tujuan utama mencari tempat penjualan tiket kapal yang akan membawa kami touring mengarungi sepotong kanal bersejarah yang sangat terkenal di kawasan village ini.Pusat destinasi wisata di kota Colmar sebenarnya berpusat di kawasan village klasik nan eksotis yang masih terpelihara dan terjaga keasliannya hingga kini, bernama La Petite Venise,  kurang lebih berarti Si Venice Kecil, merujuk pada kota air yang terkenal di Italia.

Kenapa dinamai Si Venice kecil, mungkin karena sejak jaman dulu transportasi air menjadi tulang punggung transportasi warga La Petite Venise ini. Bangunan-bangunan klasik di sini masih memiliki desain interior maupun ekterior mirip dengan La Petite Paris di kota Strassbourg karena memang masih dalam satu kawasan yang sama dengan sebutan kawasan Alsace. Bangunan di kawasan Alsace sangat dipengaruhi oleh budaya Jerman karena memang secara geografis Colmar dan Strassbourg berbatasan dengan negara ini. Garis-garis tegas asimetris di dinding-dinding nya berpadu dengan pot pot bunga warna warni merupakan ciri khas mencolok dari bangunan klasik di kawasan ini. Dan sampai sekarang masih saja menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata ini. Selain berjalan kaki, mengelilingi kawasan La Petite Venise juga bisa ditempuh dengan kereta kecil yang diberi nama La Petite Train Colmar. Kereta ini akan membawa para wisatawan untuk mengelilingi La Petite Venise dengan cara yang berbeda. Tiket bisa dibeli di halte pemberhentian kereta. Kawasan La Petite Venise sebenarnya tidak begitu luas dengan berjalan kaki setengah hari, sobat senangjalan.com sudah bisa mengelilingi kawasan village ini.

Mengunjungi La Petite Venise akan terasa pas bila telah menaiki tour kapal di kanal utama yang berada di tengah kawasan village nan menawan ini. Para wisatawan akan dibawa untuk menikmati nostalgia tempo dulu dengan mengarungi kanal di pusat kota menggunakan perahu bermesin. Perahu bermesin ini dikendalikan oleh satu orang nakhoda sambil menceritakan satu per satu bangunan dan tempat bersejarah yang dilalui selama tour 30 menit ini. Di kanan kiri kanal akan kita jumpai bangunan-bangunan klasik nan cantik yang mengingatkan kita akan setting lokasi cerita-cerita dongeng tempo dulu. Satu kapal dapat mengangkut maksimal 10 orang wisatawan. Tempat penjualan tiket kapal bisa dijumpai di dua restoran yang letaknya di pinggir kanal yaitu Resto La Krutenau yang berada tepat di samping jembatan Rue Turenne dan Resto Caveau Saint Pierre yang berada di bawah jembatan di jalan Boulevard Saint Pierre. Kedua tempat penjualan tiket kapal untuk tour kanal ini memiliki perbedaan mencolok dari yang kami amati, bila sobat senangjalan.com membeli tiket di Resto La Krutenau hampir dipastikan nakhoda pengemudi nya sebagian besar laki-laki tanpa baju seragam.

Sedangkan untuk counter tiket di Resto Caveau Saint Pierre sebagian besar nakhoda nya wanita yang cantik dan berseragam yang unik. Harga tiket dan rute nya sama. Setelah puas berkeliling La Petite Venise selama setengah hari, kami pun berjalan pelan menuju hotel tempat kami menginap yang ada di jalan 15 Avenue d’Alsace, 68000 Colmar, Prancis. Hotel ini keren karena merupakan hotel dengan fasilitas apartemen. Sebuah hotel dengan fasilitas cuci baju atau laundry dan peralatan memasak lengkap ada di setiap kamarnya dengan harga yang cukup terjangkau. Kolam renang nya pun ada dan Internetnya pun kencang. Suasana interior nya pun dilengkapi dengan peralatan yang stylist, simple dan modern sehingga kesan homy dan bersih langsung menyeruak begitu kami membuka pintu untuk pertama kalinya. Kami pun bisa beristirahat sambil menyiapkan makana malam di hotel dengan tenang. Keesokan pagi nya setelah sarapan pagi di kamar dengan masakan sendiri, kami pun check out. Dengan menaiki bus kota kami menuju kembali ke stasiun Gare de Colmar untuk menunggu bis Flixbus yang akan membawa kami berpetualang ke kota Zurich Swiss. Halte kedatangan dan keberangkatan bis Flixbus di kota Colmar persis di depan stasiun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *