senangjalan.com – sehari menelusuri sea village volendam belanda

Posted on Posted in Kota, Kota Eropa

2014 – sehari menelusuri sea village volendam belanda

Keinginan mengunjungi sea village Volendam pada awalnya dipicu pada keinginan kami untuk bisa berfoto dengan kostum tradisional negara kincir angin yang memang jadi tujuan utama turis mengunjungi tempat ini selain menu makanan fish and chips yang cukup terkenal di sini. Dengan bantuan mbah gugel, satu per satu kepingan informasi tentang volemdam mulai terkumpul, mulai dari lokasi terminal bis shuttle, jadwal keberangkatan dan harga tiket sudah lengkap ada di tangan. Desa laut Volendam berada 20 km sebelah utara kota Amsterdam dan dapat ditempuh dengan bus dengan line number 110 atau 316 selama 30 menit. Lokasi keberangkatan dan kedatangan bus shuttle 110 dan 316 ke sea village volendam ini tepat berada di belakang stasiun kereta Amsterdam Centraal dengan lokasi peta google maps di sini terminal bus volendam. Pagi itu dari hotel Ibis Budget tempat kami menginap di area airport Schiphol, kami meluncur menggunakan kereta menuju lokasi tempat keberangkatan shuttle bus yang akan membawa kami ke Volendam. Shuttle bus ini selain ke volendam, akan berhenti di beberapa lokasi wisata lain seperti Marken, Edam, MonnickendamPurmerend sebelum kembali lagi ke lokasi keberangkatan di Amsterdam Centraal.

Tiket yang kita beli berupa tiket day pass seharga 10 euro dengan nama Waterland ticket dengan operator bus Arriva, yang memperbolehkan sobat senangjalan.com untuk hop on hop off selama satu hari di semua lokasi wisata yang menjadi tujuan shuttle bus dan nantinya juga akan membawa kita pulang kembali ke Amsterdam Central. Suasana penumpang bus shuttle pagi itu tidak begitu ramai sehingga bisa leluasa memilih tempat duduk terbaik agar bisa melihat view pedesaan di sekitar kota Amsterdam. Tujuan pertama kami hari ini adalah sea village volendam, dari pemberhentian shuttle bus masih harus berjalan kaki sekitar 500 meter an sebelum sampai di lokasi keramaian desa Volendam. Tenang saja, sepanjang perjalanan suasana dan bangunan khas desa laut di pinggiran kota Amsterdam cukup unik dan menarik sehingga perjalanan siang itu cukup menyenangkan. Jalan utama desa laut volendam bernama De Dijk merupakan jalanan di pinggiran pantai yang diramaikan toko-toko suvenir, kafe, toko keju, restoran dan studio foto tema utama dengan background dan pakaian tradisional warga desa negeri kincir angin.

Toko-toko tersebut merupakan bangunan kayu yang unik yang merupakan bangunan ciri khas pedesaan di pesisir pantai negara Belanda. Di sisi bagian pantainya masih banyak terlihat kapal trawl dan kapal nelayan lain yang bersandar, karena memang sampai saat ini kehidupan sebagai nelayan masih menjadi mata pencaharian sebagian warga desa ini. Salah satu toko yang menarik perhatian kami adalah Toko Cheese Factory dengan alamat situs http://www.cheesefactoryvolendam.com/, di toko ini berbagai macam keju khas Belanda dijajakan ke pengunjung. Pengunjung bebas melakukan taste test cheese for free untuk mencoba cita rasa keju sambil berjalan-jalan mengitari toko dua lantai itu. Sobat senangjalan.com tinggal comot saja potongan keju kecil yang dibawa dalam baki nampan oleh pramusaji toko atau potongan keju yang tergeletak di meja display sesuai nama keju bersangkutan. Di toko ini juga pada jam tertentu ada session pertunjukan demo pembuatan keju yang selalu menarik perhatian pengunjung untuk berkerumun. Selain keju, toko ini juga menjual pernak-pernik alat bantu pengolah keju seperti pisau, parutan, dan suvenir khas negara kincir angin lainnya.

Puas berkeliling dan taste test cheese, kami pun bergegas mencari lokasi studio foto Zwarthoed yang sangat populer bagi para turis asal Indonesia. Studio ini sudah berdiri sejak tahun 1920. Alamat situs Zwarthoed Photograaf adalah https://www.fotozwarthoed.com/welcome/. Benar saja, begitu sampai di sana sudah banyak tour agent asal Indonesia yang membawa tamu wisatawan untuk antri foto di sini. Saya pikir ini ada semacam simbiosis mutualisma antara pihak studio foto Zwarthoed dengan para tour agent ini, sehingga nama studio foto ini paling populer bagi turis Indonesia. Mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid pun pernah berfoto di sini. Masuk ke studio untuk melakukan pendaftaran, semua tamu akan mendapatkan nomor antrian untuk melakukan proses pemotretan yang diawali dengan proses fitting baju, celana, topi dan terompah atau kelom sandal kayu khas Belanda. Tiba saatnya antrian kami dipanggil untuk menjalani sesi pemotretan. Photografer pun memilihkan properti pelengkap dan mengarahkan gaya, sebelum proses jepretan berlangsung. “Say cheese and smile” selalu diucapkan juru foto sebelum kamera dijepretkan agar hasil foto natural dan tersenyum maksimal. Antri di kasir untuk memilih foto berikut ukuran yang diinginkan untuk dicetak, melakukan pembayaran, lalu petugas kasir pun memberikan nota pengambilan. Foto akan siap diambil satu jam kemudian.

Saran kami sebaiknya selain cetak foto, sobat senangjalan.com juga minta versi CD nya dengan tambahan biaya agar nanti bisa disimpan atau dicetak kembali sesuai ukuran yang diinginkan sekembalinya pulang ke tanah air. Sembari menunggu foto cetakan dipesan jadi, kami pun mlipir ke kedai Fish and Chip yang ada di dekat studio foto Zwarthoed untuk makan siang. Perjalanan dari pagi hari sudah cukup menguras energi kami. Main ke Volendam kurang pas rasanya bila tidak mencicipi Fish and Chip yang cukup populer di desa laut ini. Menu makanan ini sesuai namanya berisi kentang goreng, cumi dan ikan fillet goreng tepung dengan cocolan saus tomat, mayones dan saus sambal dalam setiap sajian per porsi nya. Porsi nya pun lumayan gede untuk ukuran orang Indonesia, sehingga kami pesan dua porsi untuk berempat, sudah cukup kenyang. Agak sabar menanti ya, biasanya saat jam makan siang pengungjung yang ingin menikmati menu ini cukup banyak. Namun worthed koq untuk ditunggu. Pesanan kami pun tiba, tak sabar rasanya mencomot cumi dan ikan filet goreng dicocol ke saus sambal, hmmm…nikmat. Usai menyantap Fish and Chip dan mengambil pesanan foto yang telah selesai dicetak, kami pun berjalan kembali ke tempat kedatangan shuttle bus tadi pagi untuk melanjutkan perjalanan ke desa Edam, salah satu desa pembuat keju di kawasan Volendam.

Desa Edam sangat terkenal sebagai desa pembuat keju terkemuka, namun selain keju desa ini juga menampilkan sisi menarik lain sebagai desa otentik negeri kincir angin yang berada di sisi danau IJsselmeer dengan shopping street yang menyenangkan dilengkapi dengan teras-teras rumah yang menawan. Di desa Edam ini wisatawan juga bisa menikmati boat tour di kanal-kanal kecil yang mengelilingi desa yang cantik ini. Keju Edam telah menjadi komoditas export negeri Belanda sejak masa Golden Age, dengan ciri khas keju berukuran kecil menyerupai bola berwarna merah telah dikirimkan ke berbagai penjuru dunia selama berabad lamanya. Dengan mengunjungi desa Edam, sobat senangjalan.com bisa melihat dengan langsung gudang-gudang keju dibangun pada abad 18 namun masih tetap terjaga dengan baik hingga saat ini sekaligus merasakan gurihnya keju dari tempat asli pembuatannya yang benar-benar bercita rasa Nederland. Nikmat bukan. Menelusuri desa Edam sobat senangjalan.com akan dibawa ke nuansa desa nelayan dan petani abad ke 18 yang masih asri, tenang dan elok hingga saat ini. Duduk santai di pinggir danau kecil beratapkan pohon-pohon nan rindang sembari melihat bebek-bebek berenang ke sana kemari sungguh merupakan pemandangan yang menyejukan mata. Namun sore hari lah yang telah memaksa kami untuk segera bergegas menuju halte bus Arriva untuk pulang ke Amsterdam dengan sejuta kenangan indah akan desa Edam yang mempesona.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *