senangjalan.com – jejak pertama di negeri paman sam

Posted on Posted in Kota, Kota Amerika
View Manhattan dari lokasi Statue of Liberty

Sahabat senangjalan.com, kalau kita melihat film-film Hollywood yang ada di gedung bioskop, terus melihat berita TV dengan tayangan mantan Presiden Barrack Obama, Presiden Donald Trump, ingin rasanya mengetahui bagaimana sich negara Amerika Serikat itu? Bagaimana sich kota-kotanya? Nah, kami berhasil menginjakkan kaki pertama kali ke sana pada tahun 2009. Udah lama banget ya.. 🙂

Pucuk dicinta ulampun tiba..pingin ke Amerika dapat tugas kantor kesana pula 🙂

Nuansa internal bandara Abu Dhabi

Waktu itu, kami menggunakan maskapai Etihad www.etihad.com dari bandara Soekarno Hatta – Jakarta menuju bandara John F. Kennedy – New York.

Fasilitas menginap di airport hotel Abu Dhabi diberikan maskapai berhubung waktu transit lebih dari 8 jam. Hari berikutnya kami melanjutkan penerbangan ke New York dengan waktu tempuh lebih dari 12 jam. Ada satu tips jika sahabat mendapatkan penerbangan dengan waktu transit yang lama, sahabat dapat memisahkan perlengkapan pribadi di tas yang berbeda, karena koper atau bagasi akan dibawa langsung ke tujuan akhir.

 

Lelahpun menghilang saat ada pemberitahuan bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat. Setelah mengambil bagasi, kami pun menuju loket pemesanan tiket shuttle bus dekat pengambilan bagasi. Pembayaran shuttle bus ini dapat diberikan langsung kepada driver saat turun. Jangan lupa memberikan tips ya..

Jalan Central Park

Di New York, tips sudah sebagai budaya. Selanjutnya kami melaju ke kota kurang lebih selama 45 menit. Sepanjang perjalanan menuju apartemen tempat kami menginap, view gedung-gedung bertingkat serta lampu-lampu iklan yang mendominasi. Apartemen kami dekat dengan Central Park sekitar jalan 71th di daerah Upper West Side dengan booking melalui https://www.airbnb.co.id/.

Salah satu sisi Times Square

Konon, kota New York dibagi menjadi lima daerah, yaitu paling atas (1) The Bronx, daerah dengan gedung-gedung bertingkat dikenal dengan (2) Manhattan, sebelah kanan Manhattan ada (3) Brooklyn dan (4) Queens, dan terakhir pulau sebelah selatan bernama (5) Staten Island.

Sebagai pendatang baru, kami mengira Manhattan adalah New York. Kami berfikiran demikian karena hampir sebagian besar lokasi-lokasi film berada di daerah Manhattan ini.

Taksi yellow cab

Beberapa keunikan yang dimiliki New York, khususnya Manhattan seperti penamaan jalannya yang numerik, yaitu jalan-jalan yang mendatar dari kiri ke kanan. Contohnya, Times Square berada di sekitar 42th Street, Empire State Building berada di sekitar East 34th Street. Sahabat, jika kita melihat peta, semakin keatas semakin besarlah penomoran jalannya.  Sedangkan untuk jalan utama diberi nama Broadway, sesuai dengan arti katanya. Keunikan lain yang dimiliki New York yaitu seluruh taksi berwarna kuning bahkan taksi airpun berwarna kuning, sehingga dikenal dengan “yellow cab” 🙂

Bus hop-on hop-off

 

Jika sahabat mengarah ke selatan yaitu daerah Down Town dari Manhattan ini, maka sahabat akan mendapati areal-areal bisnis, perkantoran, pemerintahan bahkan shopping, seperti bursa NYSE, bursa Nasdaq, New York Times, World Trade Center (WTC) dengan museum 9 September-nya, Rockfeller Center, dan lain-lain. Times Square sebagai pusat keramaian di New York berada di pertemuan jalan Broadway dan Seventh Avenue. Di lokasi ini dapat sahabat temui beragam hotel, pusat perbelanjaan, pusat wisata serta tempat menonton opera. So..jangan lewatkan tempat ini ya..! Sahabat dapat berjalan kaki atau ikut tour city sightseeing dengan bus Hop-on Hop-off yang menawarkan paket tour 48 jam bahkan 72 jam mengitari New York. Dalam paket yang ada juga menawarkan kunjungan ke Statue of Liberty. Tiket ke Statue of Liberty juga dapat di beli di  harbor yang berada di Battery Park.

 

Mari mencuci sendiri di laundry

Lepas berkeliling kota, kembali lagi ke apartemen untuk istirahat dan memasak bekal mie spesial Indonesia, Indomie, ditemani sayur dan telur yang kami beli di mini market. Inilah salah satu kenikmatan tinggal di apartemen, dapat memasak sendiri sesuai keinginan dan budget tentunya..hehe. Untuk laundry, karena di apartemen tidak disediakan mesin cuci, maka kami pergi ke laundry terdekat yang berada di ujung jalan. Merupakan pengalaman pertama kami mencuci baju sendiri di tempat laundry. Jika sahabat pernah nonton film Mr Bean – At the Launderette, begitulah cara-cara mencuci baju di laundry. Pertama baju dimasukkan ke washing machine, kemudian dimasukkan ke mesin pengering, selanjutnya dapat kita setrika di tempat tersebut atau langsung dilipat, maka baju siap dibawa pulang. Sahabat, saat itu pada tahun 2009, di Indonesia bisnis laundry belumlah semarak sekarang.

 

Tidak semua tempat-tempat bagus New York kami jelajahi waktu itu. Jadi .. tunggu ulasan kami dalam kunjungan berikutnya di negeri paman sam ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *